Presentasi Akhir Penelitian Monyet Ekor Panjang

WhatsApp Image 2018-05-11 at 9.56.56 AM

Perilaku Monyet Ekor Panjang di Taman Nasional Baluran perlu mendapat perhatian yang khusus. Di beberapa tempat khususnya di area wisata yang ramai pengunjung Monyet Ekor Panjang telah menjadi begitu agresif dan mengganggu wisatawan yang berkunjung. Hal ini bisa terjadi diantaranya akibat pengelolaan sampah yang belum maksimal dan kebiasaan pengunjung untuk memberi makan satwa ini sehingga mereka menjadi ketergantungan dan berubahnya perilaku mereka dalam mencari pakan.

Hal inilah yang menarik mahasiswa Copenhagen University untuk melakukan penelitian lebih dalam tentang Kera Ekor Panjang. Dalam penelitian yang telah selesai dilakukan dengan judul Investigating Behavioural Ecology of Long Tailed Macaques in Baluran National Park , banyak hal yang telah diperoleh dan menjadi data menarik bagi Taman Nasional Baluran.

WhatsApp Image 2018-05-11 at 9.56.56 AM (3)WhatsApp Image 2018-05-11 at 9.56.56 AM (2)

Dalam presentasi akhir penelitiannya Malene menyampaikan secara umum populasi Monyet Ekor Panjang di Baluran belim dikategorikan over populasi akan tetapi keberadaannya dalam lokasi tertentu jumlah Monyet Ekor Panjang cukup tinggi dalam satu kelompok. Kelompok yang ada pun terbagi menjadi dua yaitu mereka yang bergantung pada pakan yang ada dan diberikan oleh manusia dan kelompok yang masih liar dn mencari pakan secara alami di kawasan. Berdasarkan data yang diperoleh kepadatan individu per km persegi mencapai 10,6 dengan kelimpahan populasi mencapai 2.668 ekor.

Presentasi akhir ini dihadiri oleh Kepala Balai Taman nasional Baluran beserta pejabat eselon IV dan perwakilan resort serta pejabat fungsional lingkup Balai Taman Nasional Baluran. Beberapa rekomendasi juga diberikan untuk Taman Nasional Baluran dalam upaya pengelolaan kawasan khususnya dalam hal penanganan Monyet Ekor Panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *