Intensifkan Patroli dan Bikin Sekat Bakar (Upaya TN Baluran Cegah Kebakaran Hutan)

Sekat Bakar 01

Kebakaran hutan kerap kali terjadi secara periodik di Taman Nasional Baluran, terutama di musim kemarau seperti sekarang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Balai TN Baluran melakukan beberapa langkah pencegahan mulai dari patroli hingga pembuatan sekat bakar.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Bekol Dendi Sutadi mengungkapkan, setiap tahun pihaknya kerap menemukan titik-titik kebakaran di area TN Baluran. Sebagian besar lokasi tersebut adalah lokasi yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, pihaknya kemudian melakukan investigasi yang menguak fenomena bahwa sebagian besar kebakaran tersebut dilakukan secara sengaj oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Mereka sengaja membakar hutan untuk memperoleh keuntungan pribadi. Seperti ingin mendapatkan rumput segar yang tumbuh setelah rumput kering terbakar. “Ada juga yang sengaja membakar untuk bisa mempermudah mencari umbi-umbian yang tumbuh di bawah rerumputan,” ungkap Dendi Sutadi.

Untuk mencegah kejadian tersebut terulang, TN Baluran melakukan beberapa langkah aktif. Yang pertama adalah patroli rutin yang dilakukan di jalur-jalur yang ada di kawasan rawan kebakaran.

Tak hanya berpatroli, petugas juga nyanggong di lokasi-lokasi tersebut. Kebakaran hutan tidak hanya membuat pohon kering terbakar, tapi merusak ekosistem. Termasuk bibit-bibit tanaman baru. Modus yang ditemukan biasanya oknum masyarakat memasang obat nyamuk yang pada ujungnya diberi batang korek api. “Begitusampai ujung obat nyamuk, korek api langsung menyala dan mengenai ranting kering yang langsung terbakar”, terang pria asal Bogor itu.

Langkah kedua yang dilakukan TN Baluran adalah menggunakan sekat bakar. Tehnik ini berfungsi untuk mencegah penyebaran api dari musibah kebakaran hutan. Dengan cara membuat sekat dengan lebar 4 meter yang dibuat memanjang untuk membelah antara satu padang rumput dengan padang rumput kering lainnya.

Dari 25 ribu hektare luas TN Baluran, kata Dendi, 10 ribu hektare diantaranya adalah kawasan savana termasuk yang banyak berisi rerumputan kering saat musim kemarau seperti ini.

Dan dari kawasan itu pihaknya membuat sekitar 11 kilometer sekat bakar. Dengan rincian 5 kilometer di kawasan Resort Keramat dan masing-masing 2 kilometer di kawasan Resort Bitakol, Resort Labuhan Merak, dan Resort Watunumpuk. “Ini salah satu kegiatan dari pengendalian kebakaran hutan, ada kegiatan patroli deteksi dini dan sekat bakar. Ini kami kerjakan sejak bulan Juli dan ditargetkan rampung bulan ini. Kita berharap bisa mencegah terjadinya kebakaran hutan,” tegas Dendi.

Disamping melakukan pencegahan, Balai TN Baluran juga terus menyiagakan tim yang disebut Manggala Agni. Tim ini menangani peristiwa kebakaran hutan. “Kita tetap menyiapkan dua mobil pemadam. Ada juga petugas-petugas yang kita bekali dengan kemampuan memadamkan api,” pungkasnya. (RadarBanyuwangi-07/08/18)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *